Guru Honorer dan Ketidakpastian yang Berlangsung Bertahun-tahun

Guru Honorer dan Ketidakpastian yang Berlangsung Bertahun-tahun

Di banyak sekolah, kegiatan belajar mengajar berjalan karena ada orang yang mengajar tanpa kepastian status. slot gacor Mereka datang setiap hari, mengisi jam pelajaran, memeriksa tugas, mengikuti rapat, dan mengurus administrasi yang sama seperti guru berstatus tetap. Perbedaannya ada pada penghasilan, jaminan, dan masa depan pekerjaan yang bisa berubah kapan saja. Persoalan guru honorer sudah lama dibicarakan, muncul di berita setiap tahun, tapi belum pernah benar-benar selesai.

Kenapa Jumlahnya Terus Bertambah

Kebutuhan guru di lapangan bergerak lebih cepat daripada proses pengangkatan resmi. Ketika guru tetap pensiun, mutasi, atau ada penambahan rombongan belajar, sekolah tidak bisa menunggu proses formasi yang bisa memakan waktu bertahun-tahun. Kepala sekolah akhirnya mencari orang untuk mengisi kekosongan, dibayar dari dana operasional sekolah atau sumber lain yang jumlahnya terbatas.

Cara ini menyelesaikan masalah jangka pendek, tapi membangun persoalan jangka panjang. Setiap tahun jumlahnya bertambah, dan setiap kali ada kebijakan pengangkatan, jumlah yang menunggu selalu lebih besar dari kuota yang tersedia.

Beban Kerja yang Sering Justru Lebih Besar

Ada anggapan bahwa guru honorer mengajar lebih sedikit karena statusnya tidak tetap. Kenyataan di banyak sekolah justru sebaliknya. Mereka sering mendapat jam mengajar pada kelas yang paling sulit, tugas administrasi tambahan, atau pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan mengajar seperti mengurus data dan operator aplikasi sekolah.

Penerimaan tugas tambahan ini bukan tanpa sebab. Ketika status pekerjaan bergantung pada penilaian atasan, menolak tugas terasa berisiko. Posisi tawar yang lemah membuat banyak dari mereka mengambil apa pun yang diberikan.

Dampak pada Kualitas Pembelajaran

Guru yang penghasilannya jauh di bawah kebutuhan hidup umumnya mencari tambahan di luar. Ada yang mengajar les, berdagang, mengemudi ojek daring, atau bekerja di bidang lain sepulang sekolah. Waktu untuk menyiapkan materi, memeriksa pekerjaan siswa dengan teliti, dan memperbarui kemampuan mengajar jadi berkurang.

Selain itu, perputaran guru honorer cukup tinggi. Ketika ada peluang pekerjaan yang lebih pasti, banyak yang pindah. Siswa jadi berganti guru di tengah tahun ajaran, dan sekolah harus mengulang proses penyesuaian dari awal.

Perubahan Kebijakan dan Batasnya

Skema pegawai dengan perjanjian kerja memberi jalan bagi sebagian guru honorer untuk mendapat status dan penghasilan yang lebih jelas. Perubahan ini nyata dampaknya bagi mereka yang lolos. Namun kuota selalu lebih kecil dari jumlah pendaftar, dan sebagian tersaring oleh persyaratan usia, sertifikasi, atau hasil seleksi berbasis komputer yang tidak selalu mencerminkan kemampuan mengajar di kelas.

Bagi yang belum lolos, situasinya kembali seperti sebelumnya, hanya dengan tambahan rasa lelah setelah menunggu bertahun-tahun. Sebagian sudah mengajar lebih dari satu dekade dan menyaksikan beberapa gelombang kebijakan datang dan pergi.

Persoalan yang Lebih Dalam

Akar masalahnya bukan sekadar jumlah kuota, melainkan cara perencanaan kebutuhan guru dijalankan. Data kebutuhan guru per sekolah, per mata pelajaran, dan per daerah sering tidak sinkron antara sekolah, dinas pendidikan, dan pemerintah pusat. Akibatnya, ada daerah yang kelebihan guru mata pelajaran tertentu sementara daerah lain kekurangan parah untuk mata pelajaran yang sama.

Selama perencanaan belum rapi, pengangkatan berapa pun jumlahnya akan selalu terasa kurang di satu tempat dan berlebih di tempat lain.

Penutup

Guru honorer bukan kelompok pinggiran dalam sistem pendidikan, melainkan bagian yang menopang jalannya kegiatan belajar di banyak sekolah. Ketidakpastian yang mereka hadapi berdampak langsung pada stabilitas pembelajaran siswa. Selama pengangkatan dijalankan sebagai penyelesaian tumpukan masalah lama, bukan sebagai bagian dari perencanaan kebutuhan guru yang tertata, persoalan yang sama akan muncul lagi beberapa tahun ke depan dengan nama kebijakan yang berbeda.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *